MATERI KELAS 7 TENTANG ZAMAN PRA AKSARA
Idendtitas
Nama Guru | : | Dimas Syamsi Pratama, S.Pd |
Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Sosial |
Hari/Tanggal | : | Kamis 22 Oktober 2026 |
Fase/Kelas | : | D / 7C dan E |
Judul Materi | : | Pengertian Zaman Pra Aksara |
Pertemuan ke - | : | 16 |
Capaian Pembelajaran | : | Pada akhir Fase D, Peserta didik mampu Peserta didik mampu mengklasifikasikan pengertian dari Zaman atau Masa Pra Aksara
|
Tujuan Pembelajaran | : | Peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian dari Zaman Pra Aksara |
ü Mindfull (Berkesadaran) | : | Peserta didik diajak mengamati secara saksama (observasi sadar) melalui media gambar, video, atau teks mengenai aktivitas warga di dataran rendah dan pesisir, lalu diminta menuliskan atau mengungkapkan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan tanpa tergesa-gesa menilai. |
ü Meaningfull (Bermakna) | : | Pembelajaran dikaitkan langsung dengan konteks kehidupan nyata peserta didik di lingkungan sekitar atau daerah tempat tinggal mereka (misalnya apa saja peninggalan kehidupan masyarakat atau manusia purba di sekitarnya). |
ü Joyful (Menyenangkan) | : | Suasana kelas dibuat gembira melalui metode permainan tebak profesi berdasarkan ciri-ciri lingkungan kerja di dataran rendah atau pesisir, sehingga peserta didik antusias dan aktif berpartisipasi tanpa tekanan. |
AlurnTujuan Pembelajaran
|
| |
Tahap 1: Eksplorasi Konsep Karakteristik Wilayah | : | Peserta didik mampu mengenali dan membedakan zaman atau masa Pra Aksara |
Tahap 2: Pengenalan Jenis Pekerjaan Berdasarkan Wilayah)
| : | Peserta didik mampu menghubungkan kondisi geografis suatu wilayah dengan Zaman Pra Aksara. |
Tahap 3: Analisis Komparatif dan Identifikasi Komprehensif | : | Peserta didik dapat mengidentifikasi, membandingkan, dan menyimpulkan karakteristik serta keterkaitan jenis pekerjaan penduduk di dataran rendah dan pesisir secara utuh. Indikator Ketercapaian: Peserta didik mampu menjelaskan secara komprehensif mengapa karakteristik suatu wilayah menentukan jenis pekerjaan penduduknya melalui contoh konkret. |
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Anak-anakku, sebelum kita membahas kearifan lokal mari kita renungkan bersama kebeearan Allah yang terkandung dalam Asmaul husna ini dengan materi ini
1. Al-Khaliq (الْخَالِقُ)
Maha Pencipta
Kaitan dengan zaman praaksara:
Pada zaman praaksara, manusia hidup dengan memanfaatkan alam, seperti hutan, sungai, gua, tumbuhan, dan hewan. Alam semesta beserta seluruh isinya merupakan ciptaan Allah Swt.
Nilai yang ditanamkan: Peserta didik menyadari kebesaran Allah sebagai Pencipta dan belajar menjaga kelestarian alam.
2. Al-Malik (الْمَلِكُ)
Maha Merajai atau Maha Menguasai
Kaitan dengan zaman praaksara:
Kehidupan manusia praaksara sangat bergantung pada kondisi alam. Mereka berpindah-pindah tempat untuk mencari makanan dan tempat tinggal. Hal ini mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan Allah Swt. adalah pemilik serta penguasa seluruh alam semesta.
Nilai yang ditanamkan: Peserta didik belajar rendah hati, tidak sombong, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber daya alam.
3. Ar-Razzaq (الرَّزَّاقُ)
Maha Pemberi Rezeki
Kaitan dengan zaman praaksara:
Manusia praaksara memenuhi kebutuhan hidup dengan berburu, meramu, menangkap ikan, dan kemudian bercocok tanam. Makanan dan sumber kehidupan tersebut merupakan bagian dari rezeki yang Allah sediakan melalui alam
A. Pengertian Zaman Praaksara
Zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Istilah praaksara berasal dari kata pra yang berarti sebelum dan aksara yang berarti tulisan.
Zaman praaksara dimulai sejak manusia pertama kali ada hingga suatu masyarakat mengenal tulisan. Berakhirnya zaman praaksara berbeda-beda di setiap wilayah karena tidak semua masyarakat mengenal tulisan pada waktu yang sama.
Di Indonesia, masa praaksara berakhir sekitar abad ke-5 Masehi, ditandai dengan ditemukannya prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
B. Cara Mengetahui Kehidupan Zaman Praaksara
Karena belum mengenal tulisan, kehidupan manusia praaksara diketahui melalui peninggalan berupa fosil dan artefak.
1. Fosil
Sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu selama waktu yang sangat lama.
Contoh: fosil manusia purba, tulang hewan, dan tumbuhan.
2. Artefak
Benda peninggalan manusia yang dibuat atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh: kapak batu, alat serpih, gerabah, dan perhiasan.
C. Pembabakan Zaman Praaksara
Zaman praaksara dapat dibagi berdasarkan perkembangan geologi dan perkembangan kehidupan manusia serta teknologi.
1. Pembabakan berdasarkan geologi
a. Zaman Arkaikum
Merupakan masa awal perkembangan bumi. Kondisi bumi masih sangat panas dan belum mendukung kehidupan seperti sekarang.
b. Zaman Paleozoikum
Disebut zaman kehidupan tua. Kehidupan berkembang dari organisme sederhana di perairan hingga muncul berbagai jenis ikan, amfibi, dan reptil awal.
c. Zaman Mesozoikum
Disebut zaman kehidupan pertengahan. Reptil besar, termasuk dinosaurus, berkembang pesat. Pada akhir zaman ini terjadi kepunahan dinosaurus non-unggas.
d. Zaman Neozoikum
Disebut zaman kehidupan baru. Mamalia berkembang pesat. Pada masa ini berlangsung perkembangan manusia, termasuk kehidupan manusia purba.
Catatan: Pembabakan geologi ini menggambarkan sejarah bumi secara luas, bukan hanya sejarah manusia. Manusia muncul jauh setelah masa Arkaikum, Paleozoikum, dan sebagian besar Mesozoikum.
2. Pembabakan berdasarkan perkembangan kehidupan manusia
a. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)
Alat dibuat dari batu dengan bentuk sederhana.
Manusia hidup dengan berburu dan meramu.
Kehidupan umumnya berpindah-pindah (nomaden).
b. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)
Alat batu mulai berkembang.
Sebagian kelompok tinggal sementara di gua atau ceruk batu (abris sous roche).
Ditemukan kjokkenmoddinger, yaitu timbunan kulit kerang dan siput sisa makanan.
c. Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Alat batu diasah hingga lebih halus.
Manusia mulai menghasilkan makanan melalui bercocok tanam dan beternak.
Kehidupan menetap mulai berkembang.
d. Zaman Logam
Manusia mulai mengolah logam untuk membuat alat dan benda budaya.
Berkembang keterampilan khusus dan pembagian kerja.
Di Indonesia, dikenal hasil kebudayaan seperti nekara perunggu, kapak corong, dan bejana perunggu.
Komentar
Posting Komentar