MATERI KELAS 8 " Interaksi Bangsa Asing Di Masa Lalu"
Identitas
Nama Guru | : | Dimas Syamsi Pratama, S.Pd |
Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Sosial |
Hari/Tanggal | : | Selasa, 08 September 2026 |
Fase/Kelas | : | D / 8 B |
Judul Materi | : | Kondisi Geografis dan Interaksi Bangsa Asing di Masa Lalu |
Pertemuan ke - | : | 18 |
Capaian Pembelajaran | : | Pada akhir Fase D, peserta didik mampu Menjelaskan |
Tujuan Pembelajaran | : | Peserta didik dapat Mengidentifikasi aturan adat/agama lokal dalam melindungi kelestarian mata air/hutan serta Menjelaskan Kondisi Geografis dan Interaksi Bangsa Asing di Masa Lalu. |
ü Mindfull (Berkesadaran) | : | Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan aturan adat/agama lokal dalam melindungi kelestarian mata air/hutan sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. |
ü Meaningfull (Bermakna) | : | Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan peran lembaga ekonomi (koperasi) dalam menyerap hasil panen petani dengan kesejahteraan kehidupan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. |
ü Joyful (Menyenangkan) | : | Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai keterkaitan aturan lokal penjaga lingkungan dan peran koperasi petani melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif). |
AlurnTujuan Pembelajaran |
| |
Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal) | : | Pada tahap ini, peserta didik diarahkan untuk mengenali bentuk-bentuk aturan yang ada di lingkungan sekitar, baik dari segi adat maupun agama, serta konsep dasar ekonomi masyarakat. |
Eksplorasi Hubungan dan Peran Nyata (Fase Inti) | : | Peserta didik mulai dilatih untuk melihat keterkaitan sebab-akibat antara tindakan pelestarian alam dengan kesejahteraan, serta bagaimana koperasi bekerja secara nyata di lapangan. |
Tahap 3: Kreasi | : | Tahap akhir menguji pemahaman peserta didik melalui studi kasus nyata atau refleksi terhadap kondisi di daerah mereka. |
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita menyelami materi, mari kita tenangkan pikiran, satukan niat, dan bernapas perlahan. Kita hadir sepenuhnya di ruang kelas ini.
Interaksi Bangsa Asing di Masa Lalu
A. Pengertian Interaksi Bangsa Asing
Interaksi bangsa asing di masa lalu adalah hubungan yang terjadi antara masyarakat Indonesia dengan bangsa-bangsa dari wilayah lain melalui perdagangan, pelayaran, penyebaran agama, politik, budaya, hingga penjajahan.
Indonesia sejak dahulu menjadi wilayah yang penting karena letaknya berada di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik. Selain itu, Indonesia memiliki berbagai hasil bumi yang bernilai tinggi, seperti rempah-rempah.
QS. Al-Hujurat Ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Hubungannya dengan materi:
Ayat ini sangat relevan dengan interaksi bangsa asing karena menjelaskan bahwa manusia terdiri dari berbagai bangsa dan suku.
Perbedaan bangsa seharusnya menjadi kesempatan untuk:
- Saling mengenal.
- Bertukar pengetahuan.
- Melakukan kerja sama.
- Bertukar budaya.
-Membangun hubungan perdagangan yang baik.
Contoh sejarah:
Hubungan perdagangan antara masyarakat Nusantara dengan pedagang India, Arab, Tiongkok, dan bangsa lainnya merupakan bentuk interaksi antarmasyarakat dari wilayah yang berbeda.
B. Faktor yang Mendorong Bangsa Asing Datang ke Indonesia
1. Kekayaan sumber daya alam
Indonesia memiliki berbagai komoditas yang sangat diminati bangsa asing, terutama:
Cengkih
Pala
Lada
Kayu manis
Kapur barus
Hasil hutan dan hasil pertanian lainnya
Rempah-rempah pada masa lalu memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
2. Letak geografis Indonesia
Indonesia berada di jalur perdagangan dunia. Posisi tersebut membuat wilayah Nusantara menjadi tempat persinggahan kapal-kapal yang melakukan perdagangan.
3. Perkembangan teknologi pelayaran
Kemajuan teknologi kapal, peta, kompas, dan pengetahuan tentang navigasi memungkinkan bangsa-bangsa Eropa melakukan pelayaran jarak jauh.
4. Jatuhnya Konstantinopel
Pada tahun 1453, Konstantinopel dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah. Peristiwa ini mendorong bangsa-bangsa Eropa mencari jalur baru menuju sumber rempah-rempah di Asia.
5. Motivasi 3G
Kedatangan bangsa Eropa sering dikaitkan dengan semboyan:
Gold → mencari kekayaan
Glory → mencari kejayaan dan kekuasaan
Gospel → menyebarkan agama Kristen
C. Bangsa-Bangsa Asing yang Berinteraksi dengan Indonesia
1. Bangsa India
Hubungan antara Nusantara dan India telah berlangsung sejak masa awal perdagangan internasional.
Hubungan tersebut membawa pengaruh dalam:
Perdagangan
Agama Hindu dan Buddha
Bahasa dan aksara
Seni dan arsitektur
Sistem pemerintahan
Salah satu bukti pengaruh India adalah berkembangnya kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan Majapahit.
2. Bangsa Arab
Pedagang Arab telah berhubungan dengan masyarakat Nusantara melalui jalur perdagangan.
Selain berdagang, mereka berperan dalam penyebaran agama Islam.
Pengaruh hubungan dengan bangsa Arab antara lain:
Berkembangnya Islam
Berkembangnya pusat-pusat perdagangan Islam
Penggunaan bahasa dan istilah Arab
Perkembangan pendidikan Islam
Munculnya kerajaan-kerajaan Islam
3. Bangsa Tiongkok
Hubungan Nusantara dengan Tiongkok telah berlangsung selama berabad-abad melalui perdagangan dan pelayaran.
Komoditas yang diperdagangkan antara lain:
Dari Tiongkok:
Sutra
Keramik
Teh
Barang-barang kerajinan
Dari Nusantara:
Rempah-rempah
Hasil hutan
Komoditas pertanian
Interaksi tersebut juga memberikan pengaruh terhadap budaya masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan, makanan, seni, arsitektur, dan tradisi masyarakat.
Assesment
1. Analisislah bagaimana interaksi bangsa asing tersebut berubah dari hubungan perdagangan menjadi penjajahan?
2. Bagaimana Pengaruh Interaksi bangsa Asing dengan kondisi arsitektur di indonesia?
Kesimpulan
Interaksi bangsa asing dengan masyarakat Nusantara telah berlangsung sejak masa lampau melalui perdagangan, pelayaran, agama, dan pertukaran budaya. Letak geografis serta kekayaan alam Indonesia membuat Nusantara menjadi bagian penting dalam jaringan perdagangan dunia.
Kedatangan bangsa Eropa pada awalnya didorong oleh keinginan mendapatkan rempah-rempah. Namun, hubungan perdagangan kemudian berkembang menjadi monopoli, penguasaan wilayah, kolonialisme, dan imperialisme

1. Dari Perdagangan ke Penjajahan
BalasHapusAwalnya datang berdagang secara jujur. Lalu ingin monopoli, memaksa perjanjian, mendirikan benteng, mengusir pesaing, akhirnya menguasai wilayah sepenuhnya dan menjajah.
2. Pengaruh pada Arsitektur
Masuk gaya bangunan baru: Eropa (dinding tebal, jendela besar), Portugis (gereja kokoh), Arab/India (kubah & lengkung di masjid). Semuanya disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia.
nazwa calysta youhert 8B
1. Interaksi bangsa asing dengan Indonesia awalnya terjadi melalui hubungan perdagangan, terutama karena Indonesia kaya akan rempah-rempah. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, lama-kelamaan mereka ingin menguasai perdagangan dan sumber daya alam Indonesia. Mereka kemudian melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, menggunakan kekuatan militer, dan akhirnya menguasai wilayah Indonesia hingga terjadilah penjajahan.
BalasHapus2. Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur di Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contohnya, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Aisyah Ramadhani 8B
1. Analisis bagaimana interaksi bangsa asing berubah dari hubungan perdagangan menjadi penjajahan
BalasHapus• Awalnya: Hubungan berjalan secara damai dan saling menguntungkan. Bangsa asing (terutama bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris) datang ke Nusantara hanya untuk berdagang, terutama mencari rempah-rempah yang sangat berharga di pasar dunia. Mereka mendirikan tempat berdagang dan menjalin kerja sama dengan penguasa daerah setempat.
• Perubahan terjadi: Ketika mereka menyadari kekayaan alam dan letak strategis Nusantara, serta adanya persaingan antar bangsa Eropa, tujuan berubah. Mereka mulai berusaha menguasai sumber daya perdagangan:
1. Membentuk kongsi dagang (seperti VOC) yang punya kekuasaan seperti negara — membuat peraturan, punya tentara, dan berhak membuat perjanjian.
2. Melakukan monopoli perdagangan — memaksa rakyat hanya boleh menjual barang dagangan kepada mereka dengan harga sangat murah, dan menjualnya kembali dengan harga mahal.
3. Mengadu domba antar kerajaan atau kesultanan lokal agar melemah, lalu masuk menguasai wilayah satu per satu.
4. Lama-kelamaan, penguasaan perdagangan berubah menjadi penguasaan wilayah sepenuhnya, lalu berkembang menjadi kolonialisme — mengatur pemerintahan, menguasai sumber daya alam, dan memanfaatkan tenaga kerja penduduk pribumi demi keuntungan negara asal.
Intinya: Dari sekadar berdagang → monopoli → penguasaan wilayah → penjajahan penuh.
2. Pengaruh interaksi bangsa asing terhadap arsitektur di Indonesia:
Intinya: Arsitektur Indonesia menjadi lebih beragam, kaya akan gaya, dan muncul bentuk-bentuk baru hasil perpaduan budaya asing dan budaya sendiri.
CINTA NAYSILA PUTRI 8B
1. Interaksi bangsa asing dengan Indonesia awalnya terjadi melalui hubungan perdagangan, terutama karena Indonesia kaya akan rempah-rempah. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, lama-kelamaan mereka ingin menguasai perdagangan dan sumber daya alam Indonesia. Mereka kemudian melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, menggunakan kekuatan militer, dan akhirnya menguasai wilayah Indonesia hingga terjadilah penjajahan.
BalasHapus2. Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur di Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contohnya, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
M Raffa azhar 8B
Nama SYAUQI hafuza ZAHWAN
HapusKelas 8b
1. Interaksi bangsa asing dengan Indonesia awalnya terjadi melalui hubungan perdagangan, terutama karena Indonesia kaya akan rempah-rempah. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, lama-kelamaan mereka ingin menguasai perdagangan dan sumber daya alam Indonesia. Mereka kemudian melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, menggunakan kekuatan militer, dan akhirnya menguasai wilayah Indonesia hingga terjadilah penjajahan.
2. Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur di Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contohnya, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Assalamu'alaikum
BalasHapusFazella Qisya Alfariz 8B
No Absen 14
jawaban :
1.Perubahan dari hubungan perdagangan menjadi penjajahan terjadi karena bangsa asing ingin memonopoli sumber daya rempah-rempah dan menguasai wilayah politik lokal melalui politik adu domba.Dan kedatangan bangsa eropa sering dikait kan dengan 3G(Gold, Glory, Gospel)
2.Interaksi dengan berbagai bangsa asing telah memperkaya arsitektur Indonesia melalui perpaduan antara gaya luar dan kebudayaan lokal. Perpaduan gaya India, Cina, Islam, dan Eropa dengan kebudayaan lokal menciptakan bentuk bangunan yang unik di berbagai daerah di Indonesia.
1. Perubahan Hubungan Dagang Menjadi Penjajahan
BalasHapusAwalnya bangsa asing (Eropa) datang hanya untuk berdagang rempah-rempah secara damai. Namun, demi menguasai pasar dan keuntungan, mereka mulai menerapkan monopoli perdagangan, membangun benteng, mendirikan kekuatan militer, serta campur tangan dalam politik kerajaan lokal hingga akhirnya menguasai wilayah tersebut secara penuh (penjajahan).
2. Pengaruh Terhadap Arsitektur di Indonesia
Interaksi tersebut memunculkan akulturasi dan gaya bangunan baru di Indonesia, seperti penerapan gaya arsitektur kolonial Eropa (bangunan indis), penggunaan atap tinggi/jendela besar untuk iklim tropis, serta pengaruh corak Tionghoa dan Arab pada desain klenteng, masjid, atau rumah tinggal.
M. Fadhillah umar
8b
1. Pada awalnya, interaksi bangsa asing dengan Indonesia terjadi melalui perdagangan karena Indonesia memiliki rempah-rempah yang berlimpah dan terletak di wilayah yang strategis atau termasuk jalur perdagangan dunia. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka ingin menguasai perdagangan dan wilayah Indonesia. Lalu, mereka melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, serta menggunakan kekuatan militer untuk menguasai wilayah Indonesia hingga akhirnya terjadilah penjajahan.
BalasHapus2. Interaksi dengan bangsa asing membuat arsitektur di Indonesia menjadi lebih beragam. Bangsa Eropa seperti Belanda dan Portugis membawa bentuk bangunan dengan ciri khas seperti dinding tebal, jendela besar, pilar, atap tinggi, serta gereja dan benteng yang kokoh. Selain itu, pengaruh Arab dan India juga terlihat pada bangunan masjid, seperti penggunaan kubah dan bentuk lengkung. Gaya-gaya tersebut kemudian bercampur dengan budaya setempat dan disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia, sehingga menghasilkan bentuk arsitektur yang khas.
Azzalea Zivanna 8B
Pertanyaan 1: Perubahan dari Perdagangan ke Penjajahan
BalasHapusSebab-sebab:
Persaingan antar bangsa Eropa untuk mendominasi pasar rempah
VOC memiliki kekuatan militer dan politik seperti negara
Kerajaan lokal terkotak-kotak, mudah diadu domba
Motivasi 3G: Gold (keuntungan), Glory (kekuasaan), Gospel (agama)
Proses:
Perdagangan Bebas → Monopoli → Penguasaan Wilayah → Penjajahan Penuh
Pertanyaan 2: Pengaruh pada Arsitektur Indonesia
Perpaduan Gaya:
Hindu-Buddha (India): Candi berornamen
Islam (Arab): Masjid berkubah
Tiongkok: Klenteng atap melengkung
Eropa: Gedung kolonial jendela besar
Adaptasi Lokal:
Disesuaikan dengan iklim tropis (ventilasi, atap tinggi, teras luas)
Hasil:
Gaya unik Arsitektur Indis yang masih terlihat di Kota Tua Jakarta, Yogyakarta, dan kota-kota lain.
Kesimpulan: Interaksi menciptakan kekayaan budaya arsitektur Indonesia yang unik dan bersejarah.
Nama: Rafardhan Athallah Akbar
Kelas: 8B
no absen:25
Assalamu'alaikum
BalasHapusnama: calia al khaira
No Absen: 11
kelas:8b
jawaban :
1.Perubahan dari hubungan perdagangan menjadi penjajahan terjadi karena bangsa asing ingin memonopoli sumber daya rempah-rempah dan menguasai wilayah politik lokal melalui politik adu domba.Dan kedatangan bangsa eropa sering dikait kan dengan 3G(Gold, Glory, Gospel)
2.Interaksi dengan berbagai bangsa asing telah memperkaya arsitektur Indonesia melalui perpaduan antara gaya luar dan kebudayaan lokal. Perpaduan gaya India, Cina, Islam, dan Eropa dengan kebudayaan lokal menciptakan bentuk bangunan yang unik di berbagai daerah di Indonesia.
nama princhi fili alamsyah
BalasHapusJawaban:Soal 1: Ya, tetap harus ditaati karena aturan mengajarkan disiplin dan tanggung jawab. UUD NRI 1945 berfungsi sebagai alat kontrol agar kehidupan berjalan sesuai aturan.
Soal 2: Tidak boleh. Kekuasaan harus digunakan dengan bijak dan sesuai aturan serta kepentingan bersama, seperti UUD NRI 1945 sebagai pedoman penyelenggaraan negara.
Soal 3: Agar tetap dapat mengikuti perkembangan zaman. Contoh: aturan penggunaan teknologi dan internet dapat diterapkan sesuai perkembangan zaman.
kelas 8b
Hapusnama Rahmat FAKHRI Wijaya
BalasHapusKelas 8b
1. Interaksi bangsa asing dengan Indonesia awalnya terjadi melalui hubungan perdagangan, terutama karena Indonesia kaya akan rempah-rempah. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, lama-kelamaan mereka ingin menguasai perdagangan dan sumber daya alam Indonesia. Mereka kemudian melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, menggunakan kekuatan militer, dan akhirnya menguasai wilayah Indonesia hingga terjadilah penjajahan.
2. Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur di Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contohnya, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
1.Motivasi Awal (Ekonomi): Bangsa Eropa datang ke Nusantara murni untuk berdagang dan membeli rempah-rempah langsung dari sumbernya karena komoditas ini sangat mahal di Eropa.Penerapan Monopoli: Untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dan menyingkirkan pesaing (baik sesama bangsa Eropa maupun pedagang lokal), mereka mulai memaksakan sistem perdagangan monopoli (seperti yang dilakukan VOC).Campur Tangan Politik: Untuk mengamankan monopoli tersebut, bangsa asing mulai ikut campur dalam urusan internal kerajaan-kerajaan lokal (politik adu domba atau devide et impera). Mereka mendukung salah satu kubu yang bertikai dengan imbalan hak istimewa atau wilayah.Penguasaan Wilayah: Setelah berhasil melemahkan kekuatan lokal, hubungan dagang yang setara berubah total. Mereka membangun benteng, menguasai wilayah strategis, dan memaksakan kekuasaan politik serta militer secara penuh, yang menandai dimulainya era penjajahan.
BalasHapus2. Gaya Kolonial (Eropa): Kedatangan bangsa Eropa (terutama Belanda) memperkenalkan gaya arsitektur Indische Empire dan Art Deco. Ciri khasnya adalah bangunan dengan dinding tebal, langit-langit tinggi, jendela/pintu besar, serta pilar-pilar besar untuk menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Contohnya dapat dilihat pada bangunan Kota Tua di berbagai kota besar.Gaya Arsitektur Tionghoa: Interaksi dengan pedagang Tiongkok memengaruhi bentuk atap (gaya pelana atau ngang shan), ornamen ukiran naga atau lampion, serta tata ruang rumah toko (ruko) yang bagian bawahnya untuk berdagang dan bagian atasnya untuk tempat tinggal.Gaya Arsitektur Islam dan Timur Tengah: Masuknya pengaruh pedagang Arab dan Gujarat membawa konsep kubah, menara, dan seni kaligrafi pada bangunan masjid di Indonesia
yesniari najla albiana 8B
zaidan naufal
BalasHapus8B
1Awalnya, interaksi bangsa asing dengan Nusantara terjadi melalui perdagangan, pelayaran, dan pertukaran budaya. Bangsa asing datang untuk membeli rempah-rempah dan menjual berbagai barang. Namun, seiring meningkatnya keuntungan dari perdagangan, beberapa bangsa asing mulai ingin menguasai sumber daya, jalur perdagangan, dan wilayah Nusantara.
2.Interaksi dengan bangsa asing membawa berbagai pengaruh terhadap perkembangan arsitektur di Indonesia. Pengaruh tersebut terlihat dari perpaduan arsitektur lokal dengan gaya as
1. Pada awalnya, interaksi bangsa asing dengan Indonesia terjadi melalui perdagangan karena Indonesia memiliki rempah-rempah yang berlimpah dan terletak di wilayah yang strategis atau termasuk jalur perdagangan dunia. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka ingin menguasai perdagangan dan wilayah Indonesia. Lalu, mereka melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, serta menggunakan kekuatan militer untuk menguasai wilayah Indonesia hingga akhirnya terjadilah penjajahan.
BalasHapus2. Interaksi dengan bangsa asing membuat arsitektur di Indonesia menjadi lebih beragam. Bangsa Eropa seperti Belanda dan Portugis membawa bentuk bangunan dengan ciri khas seperti dinding tebal, jendela besar, pilar, atap tinggi, serta gereja dan benteng yang kokoh. Selain itu, pengaruh Arab dan India juga terlihat pada bangunan masjid, seperti penggunaan kubah dan bentuk lengkung. Gaya-gaya tersebut kemudian bercampur dengan budaya setempat dan disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia, sehingga menghasilkan bentuk arsitektur yang khas.
Nama : Naillah Shafa Fahira
BalasHapusKls : 8A
Jwbn ;
1. ) Perubahan dari perdagangan biasa menjadi kolonialisme dipicu oleh keinginan menguasai komoditas rempah secara mutlak. Proses perubahan ini berlangsung melalui beberapa tahapan utama:
• Akses Awal & Hak Monopoli: Bangsa Eropa (seperti Portugis dan Belanda) awal datang sebagai pedagang. Namun, untuk menyingkirkan pesaing Eropa lainnya dan pedagang lokal, lembaga seperti VOC dibentuk dan diberi hak istimewa (Octrooi), termasuk hak mencetak uang dan membentuk tentara.
• Intervensi Politik & Politik Adu Domba (Devide et Impera): Bangsa asing mulai mencampuri konflik internal kerajaan-kerajaan lokal (seperti perang suksesi atau perselisihan antarwilayah). Sebagai imbalan atas bantuan militer, mereka meminta imbalan berupa konsesi wilayah atau hak monopoli perdagangan.
• Penguasaan Wilayah & Keuangan: Kerajaan lokal yang terlilit utang atau kalah perang dipaksa menandatangani perjanjian yang merugikan. Secara bertahap, kedaulatan politik beralih dari penguasa lokal ke tangan kongsi dagang/pemerintah kolonial.
• Eksploitasi Sistematis: Setelah kontrol politik didapat, interaksi berubah total dari transaksi jual-beli sukarela menjadi pemaksaan produksi, seperti sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) dan kerja rodi untuk membangun infrastruktur pendukung ekonomi kolonial.
2.) Interaksi dengan berbagai bangsa memicu akulturasi budaya yang memperkaya gaya bangunan di Nusantara. Pengaruh ini terbagi dalam beberapa era dan gaya utama:
• Pengaruh India (Hindu-Buddha): Memperkenalkan teknik konstruksi batu bata dan batu candi dengan struktur berundak, seperti pada Candi Borobudur dan Prambanan, serta konsep tata ruang berdasarkan kosmologi.
• Pengaruh Tionghoa: Terlihat pada bentuk atap melengkung (swallowtail atau ekor walet), ornamen naga, serta tata letak Klenteng dan rumah pecinan di berbagai kota pesisir.
• Pengaruh Tionghoa-Arab (Islam): Mengubah fungsi dan desain bangunan ibadah, seperti masjid tradisional dengan atap tumpang bertingkat (akulturasi lokal-Mistar) serta kehadiran menara dan mihrab.
• Pengaruh Kolonial Eropa (Indische Empire & Art Deco): Bangsa Eropa membawa teknik material baru (semen, besi, kaca) dan menerapkan gaya yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia (Indische Empire Style), ditandai dengan langit-langit tinggi, pilar besar, serta ventilasi luas.
Nama:Afika
BalasHapusKelas:8A
Absen:2
1. Perubahan interaksi bangsa asing dari perdagangan menjadi penjajahan
Pada awalnya, kedatangan bangsa asing ke Indonesia bertujuan berdagang, terutama untuk memperoleh rempah-rempah seperti cengkih, pala, dan lada. Hubungan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara pada awalnya dilakukan melalui pertukaran barang dan kerja sama ekonomi.
Namun, hubungan tersebut berubah menjadi penjajahan karena bangsa asing ingin menguasai sumber rempah-rempah dan jalur perdagangan. Perubahan itu terjadi melalui beberapa tahap:
Perdagangan: bangsa asing mendirikan pelabuhan dan pusat perdagangan di wilayah Nusantara.
Monopoli: mereka mulai memaksakan penguasaan atas perdagangan komoditas tertentu, terutama rempah-rempah.
Campur tangan politik: bangsa asing ikut memengaruhi urusan kerajaan dan memanfaatkan perselisihan antarkerajaan.
Penguasaan wilayah: setelah memiliki kekuatan ekonomi dan militer, mereka mulai merebut serta menguasai wilayah Nusantara.
Eksploitasi: masyarakat dan sumber daya alam dimanfaatkan untuk kepentingan negara penjajah.
Dengan demikian, interaksi yang awalnya bersifat ekonomi dan saling menguntungkan berubah menjadi hubungan yang bersifat dominasi, politik, dan eksploitasi.
2. Pengaruh interaksi bangsa asing terhadap arsitektur di Indonesia
Interaksi dengan bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan arsitektur Indonesia. Pengaruh tersebut terlihat dari masuknya gaya, teknologi, bahan bangunan, dan tata ruang dari berbagai bangsa yang kemudian beradaptasi dengan budaya lokal.
Beberapa contohnya:
Bangsa Belanda: memperkenalkan arsitektur kolonial, seperti bangunan pemerintahan, kantor, stasiun, benteng, dan rumah tinggal dengan ciri jendela besar, langit-langit tinggi, serta penggunaan teras untuk menyesuaikan iklim tropis.
Bangsa Portugis: meninggalkan pengaruh pada bangunan-bangunan kolonial awal, terutama benteng dan kawasan permukiman di beberapa wilayah Indonesia.
Bangsa Inggris: turut membawa pengaruh arsitektur Eropa, terutama pada bangunan pemerintahan dan perdagangan di wilayah yang pernah mereka kuasai.
Bangsa Tionghoa: memberikan pengaruh kuat pada kawasan pecinan melalui rumah toko (shophouse), kelenteng, serta penggunaan bentuk dan ornamen khas Tionghoa.
Bangsa Arab dan India: memengaruhi perkembangan arsitektur masjid, rumah, dan kawasan perdagangan, terutama melalui aktivitas perdagangan dan penyebaran Islam.
Pada akhirnya, pengaruh tersebut tidak hanya meniru arsitektur asing. Masyarakat Indonesia menggabungkan unsur asing dengan tradisi dan kondisi iklim setempat, sehingga muncul bentuk arsitektur yang khas, seperti arsitektur Indis yang memadukan unsur Eropa dengan unsur lokal.
Nama: Alfisya Shafira Vinanda
BalasHapusKelas: 8A
Absen: 7
Jawaban:
1.) Interaksi bangsa asing dengan Indonesia awalnya terjadi melalui perdagangan, terutama karena Indonesia kaya akan rempah2. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, lama-kelamaan mereka ingin menguasai perdagangan dan sumber daya alam Indonesia. Mereka melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, menggunakan kekuatan militer, dan akhirnya menguasai wilayah Indonesia hingga terjadilah penjajahan.
2.) Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contoh, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Nama: delicia Artha
BalasHapuskelas: 8a
nomor absen: 14
jawaban
1.interaksi bangsa asing dengan Nusantara terutama bersifat perdagangan. Bangsa-bangsa Eropa, seperti Portugis dan Belanda, datang untuk mencari rempah-rempah yang sangat berharga di pasar dunia. Proses perdagangan ini dimulai dengan hubungan yang saling menguntungkan, di mana pedagang lokal dan asing melakukan transaksi berdasarkan kesepakatan.
Namun, seiring bertambahnya kedatangan bangsa asing, dinamika interaksi tersebut mengalami perubahan signifikan.
2. kehadiran bangsa asing membawa serta gaya arsitektur baru yang berbeda dari gaya tradisional yang ada sebelumnya. Arsitektur kolonial pada umumnya mengadopsi desain yang lebih formal dan menggunakan teknik konstruksi yang lebih canggih, yang menciptakan perubahan signifikan dalam tampilan visual bangunan. Hal ini menyebabkan pergeseran dalam bagaimana ruang dibentuk dan digunakan. interaksi ini juga memunculkan proses adaptasi budaya. Arsitek dan pembangun lokal mulai mengintegrasikan elemen-elemen lokal ke dalam desain asing, sehingga menghasilkan gaya arsitektur yang unik
Nama: reksa bima putra hamdi
BalasHapusKelas: 8A
Absen: 28
Jawaban:
1Awalnya, interaksi bangsa asing dengan Nusantara terjadi melalui perdagangan, pelayaran, dan pertukaran budaya. Bangsa asing datang untuk membeli rempah-rempah dan menjual berbagai barang. Namun, seiring meningkatnya keuntungan dari perdagangan, beberapa bangsa asing mulai ingin menguasai sumber daya, jalur perdagangan, dan wilayah Nusantara.
.2. Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur di Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contohnya, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Nama: ilham ramadhan
HapusKelas: 8A
Absen: 19
Jawaban:
1Awalnya, interaksi bangsa asing dengan Nusantara terjadi melalui perdagangan, pelayaran, dan pertukaran budaya. Bangsa asing datang untuk membeli rempah-rempah dan menjual berbagai barang. Namun, seiring meningkatnya keuntungan dari perdagangan, beberapa bangsa asing mulai ingin menguasai sumber daya, jalur perdagangan, dan wilayah Nusantara.
.2. Interaksi bangsa asing memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur di Indonesia. Bangsa asing membawa gaya arsitektur dari negara mereka yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Contohnya, bangunan peninggalan Belanda seperti gedung pemerintahan, kantor, rumah, gereja, dan benteng memiliki ciri khas Eropa, seperti jendela besar, pilar, dan atap tinggi. Perpaduan tersebut menghasilkan bentuk arsitektur Indo-Eropa yang masih dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
nama: Atiqa Zahra Ratifa A.
BalasHapuskelas 8A
absen: 12
jawaban:
1. pada awalnya, interaksi bangsa asing dengan Indonesia terjadi melalui perdagangan karena Indonesia memiliki rempah-rempah yang berlimpah dan terletak di wilayah yang strategis atau termasuk jalur perdagangan dunia. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka ingin menguasai perdagangan dan wilayah Indonesia. Lalu, mereka melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, serta menggunakan kekuatan militer untuk menguasai wilayah Indonesia hingga akhirnya terjadilah penjajahan.
2. Interaksi dengan bangsa asing membuat arsitektur di Indonesia menjadi lebih beragam. Bangsa Eropa seperti Belanda dan Portugis membawa bentuk bangunan dengan ciri khas seperti dinding tebal, jendela besar, pilar, atap tinggi, serta gereja dan benteng yang kokoh. Selain itu, pengaruh Arab dan India juga terlihat pada bangunan masjid, seperti penggunaan kubah dan bentuk lengkung. Gaya-gaya tersebut kemudian bercampur dengan budaya setempat dan disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia, sehingga menghasilkan bentuk arsitektur yang khas.
Nama :Baruny jasmime Umayya
BalasHapusKelas :8B
No.Absen :10
1.Awalnya,bangsa asing datang ke indonesia untuk berdagang, terutama mencari rempah-rempah. namun,karena ingin menguasai sumber rempah dan keuntungan, mereka mulai memonopoli perdagangan, ikut campur dalam urusan kerajaan, membuat perjanjian yang merugikan, hingga menggunakan kekuatan militer. akhirnya, hubungan yang awalnya hanya perdagangan berubah menjadi penjajahan dan penguasaan wilayah indonesia.
2.Pengaruh interaksi bangsa asing terhadap arsitektur di indonesia terlihat dari munculnya gaya bangunan baru yang memadukan budaya asing dengan budaya lokal. contohnya adalah arsitektur kolonial Belanda pada gedung pemerintahan, stasiun, dan rumah, serta pengaruh Portugis pada beberapa gereja dan bangunan di wilayah timur indonesia. selain itu, terjadi akulturasi, sehingga bentuk bangunan tetap memiliki ciri lokal tetapi menggunakan unsur arsitektur asing.
nama:akhmad rafiandra pratama
BalasHapuskelas:VIII A
absen: 4
jawaban:
1.Dari Perdagangan Menjadi PenjajahanHubungan awal bangsa asing (seperti Belanda melalui VOC) di Indonesia murni untuk mencari dan membeli rempah-rempah. Perubahan menjadi penjajahan terjadi melalui beberapa tahapan:Monopoli Perdagangan:
-Bangsa asing memaksa penguasa lokal untuk menjual hasil bumi hanya kepada mereka dengan harga murah.
-Politik Adu Domba (Divide et Impera): Mereka memanfaatkan konflik antar-kerajaan lokal untuk melemahkan kekuatan pribumi
-Campur Tangan Politik: Bangsa asing ikut campur dalam urusan pemilihan raja atau pergantian kekuasaan agar mendapat keuntungan lebih besar.
-Penguasaan Wilayah: Setelah kerajaan melemah, mereka merebut wilayah secara paksa, mendirikan benteng, dan membuat undang-undang sendiri untuk menjajah.
2.Pengaruh terhadap Arsitektur di IndonesiaKedatangan bangsa asing, terutama Belanda, menciptakan gaya bangunan baru yang disebut Arsitektur Indies. Ini adalah gabungan antara gaya Eropa dan bentuk yang sesuai dengan cuaca panas di Indonesia
-Jendela dan Pintu Besar: Bangunan dibuat dengan banyak jendela besar agar udara panas bisa keluar masuk dengan mudah.
-Langit-Langit Tinggi: Ruangan dibuat tinggi agar udara di dalam rumah tetap sejuk.
-Serambi Luas (Veranda): Ada teras atau teras depan yang besar untuk tempat bersantai yang teduh.Pilar Besar: Banyak gedung pemerintahan atau benteng menggunakan tiang-tiang besar bergaya klasik Eropa.
-Tata Kota Baru: Kota-kota di Indonesia ditata ulang dengan pusat alun-alun yang dikelilingi kantor, penjara, dan tempat ibadah.
Nama:Muhammad Fadil Zahlan
BalasHapusKelas:8A
No absen:21
Jawab:
1.ambisi memonopoli rempah-rempah, keterlibatan dalam konflik politik lokal, serta peralihan kekuasaan dari perusahaan dagang ke pemerintah kolonial
2.sangat memengaruhi perkembangan arsitektur di Indonesia melalui perpaduan budaya lokal dengan gaya dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa
Nama:Askana sausan R
BalasHapusKelas:8A
Absen:10
Jwb:
1. pada awalnya, interaksi bangsa asing dengan Indonesia terjadi melalui perdagangan karena Indonesia memiliki rempah-rempah yang berlimpah dan terletak di wilayah yang strategis atau termasuk jalur perdagangan dunia. Bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris datang untuk berdagang. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka ingin menguasai perdagangan dan wilayah Indonesia. Lalu, mereka melakukan monopoli, ikut campur dalam urusan kerajaan, serta menggunakan kekuatan militer untuk menguasai wilayah Indonesia hingga akhirnya terjadilah penjajahan.
2. Interaksi dengan bangsa asing membuat arsitektur di Indonesia menjadi lebih beragam. Bangsa Eropa seperti Belanda dan Portugis membawa bentuk bangunan dengan ciri khas seperti dinding tebal, jendela besar, pilar, atap tinggi, serta gereja dan benteng yang kokoh. Selain itu, pengaruh Arab dan India juga terlihat pada bangunan masjid, seperti penggunaan kubah dan bentuk lengkung. Gaya-gaya tersebut kemudian bercampur dengan budaya setempat dan disesuaikan dengan kondisi iklim tropis Indonesia, sehingga menghasilkan bentuk arsitektur yang khas.
Nama: Devi Damai Yanti Suwarno
BalasHapusKelas: 8A
jawaban:
1.Awalnya bangsa asing datang untuk berdagang, tetapi kemudian mereka ingin menguasai perdagangan dan wilayah Indonesia demi memperoleh keuntungan serta kekayaan
2.Pengaruh interaksi bangsa asing terhadap arsitektur di indonesia terlihat dari munculnya gaya bangunan baru yang memadukan budaya asing dengan budaya lokal. contohnya adalah arsitektur kolonial Belanda pada gedung pemerintahan, stasiun, dan rumah, serta pengaruh Portugis pada beberapa gereja dan bangunan di wilayah timur indonesia. selain itu, terjadi akulturasi, sehingga bentuk bangunan tetap memiliki ciri lokal tetapi menggunakan unsur arsitektur asing.
nama : Alifah nur Afifah
BalasHapuskelas : 8A
absen : 8
jawab :
1 . interaksi bangsa asing dengan Indonesia awalnya terjadi perdagangan, bangsa asing seperti eropa datang untuk mencari rempah rempah di pasar dunia, perdagangan tersebut di mulai dengan proses yang menguntung kan, tetap seiring berjalan nya waktu bertambah nya kedatangan bangsa asing membuat perubahan yang terjadi nya penjajahan
2 . masuknya bangsa asing ke indonesia, atau hasil interaksi bangsa asing bisa menyebabkan perubahan yang arsitektur yang bersatu dengan budaya lokal, hal ini membuat perubahan yang sangat signifikan dan bercampur dengan budaya lokal
nama; muhammad faiq fahdlur rohman
BalasHapuskelas: 8A
No absen:20
JAWABAN:
1.interaksi bangsa asing dengan indonesia awalnya terjadi perdagangan,bangsa asing eropa datang untuk mencari rempah-rempah di pasar dunia,perdagangan tersebut di mulai dengan proses yang menguntungkan, tetap seiring berjalannya waktu bertambah nya kedatangan bangsa asing membuat perubahan yang terjadi nya penjajahan
2.masuknya bangsa asing ke indonesia, atau hasil interaksi bangsa asing bisa menyebabkan perubahan yang arsitektur yang bersatu dengan budaya lokal, hal ini membuat perubahan yang sangat signifikan dan bercampur dengan budaya lokal
Nama: Muhammad Satria Yustisio
BalasHapusKelas :8A
Jawaban:
1.Pada awalnya bangsa asing datang ke indonesia untuk mencari rempah-rempah seperti:cengkih, pala, lada ,kayu manis, dan kapur barus.Awal nya mereka cuma ingin berdagang/membeli rempah-rempah,kemudian mereka ingin memonopoli perdagangan di indonesia,ikut campur urusan kerajaan,dan membuat perjanjian yang merugikan.
2.Masuk nya bangsa asing juga memengaruhi arsitektur di indonesia:
-Jendela dan pintu besar
-Langit-langit tinggi
-Tata kota baru
Dll
Nama: Afiqah Rahma Putri
BalasHapusKelas: VIII B
Absen: 01
Jawab:
1. Perubahan dari perdagangan menjadi penjajahan terjadi ketika bangsa Eropa yang awalnya hanya membeli rempah-rempah mulai memaksakan monopoli perdagangan, memanfaatkan konflik internal kerajaan lokal melalui politik, hingga akhirnya menguasai wilayah secara militer dan politik setelah kekuatan lokal melemah.
2. Interaksi dengan bangsa asing memperkaya arsitektur Indonesia melalui perpaduan budaya, mulai dari struktur candi bertingkat khas India, atap melengkung pecinan gaya Tiongkok, ornamen kubah dan kaligrafi dari Arab-Islam, hingga gaya arsitektur Indis peninggalan Eropa.
nama:ahsan badiuz zaman
BalasHapuskelas:8B
absen:04
jawaban:
1.Dari Perdagangan Menjadi PenjajahanHubungan awal bangsa asing (seperti Belanda melalui VOC) di Indonesia murni untuk mencari dan membeli rempah-rempah. Perubahan menjadi penjajahan terjadi melalui beberapa tahapan:Monopoli Perdagangan:
-Bangsa asing memaksa penguasa lokal untuk menjual hasil bumi hanya kepada mereka dengan harga murah.
-Politik Adu Domba (Divide et Impera): Mereka memanfaatkan konflik antar-kerajaan lokal untuk melemahkan kekuatan pribumi
-Campur Tangan Politik: Bangsa asing ikut campur dalam urusan pemilihan raja atau pergantian kekuasaan agar mendapat keuntungan lebih besar.
-Penguasaan Wilayah: Setelah kerajaan melemah, mereka merebut wilayah secara paksa, mendirikan benteng, dan membuat undang-undang sendiri untuk menjajah.
2.Pengaruh terhadap Arsitektur di IndonesiaKedatangan bangsa asing, terutama Belanda, menciptakan gaya bangunan baru yang disebut Arsitektur Indies. Ini adalah gabungan antara gaya Eropa dan bentuk yang sesuai dengan cuaca panas di Indonesia
-Jendela dan Pintu Besar: Bangunan dibuat dengan banyak jendela besar agar udara panas bisa keluar masuk dengan mudah.
-Langit-Langit Tinggi: Ruangan dibuat tinggi agar udara di dalam rumah tetap sejuk.
-Serambi Luas (Veranda): Ada teras atau teras depan yang besar untuk tempat bersantai yang teduh.Pilar Besar: Banyak gedung pemerintahan atau benteng menggunakan tiang-tiang besar bergaya klasik Eropa.
-Tata Kota Baru: Kota-kota di Indonesia ditata ulang dengan pusat alun-alun yang dikelilingi kantor, penjara, dan tempat ibadah.
nama:m iqbal al hafizh
BalasHapuskelas:8A
Jawaban:
Soal 1: Ya, tetap harus ditaati karena aturan mengajarkan disiplin dan tanggung jawab. UUD NRI 1945 berfungsi sebagai alat kontrol agar kehidupan berjalan sesuai aturan.
Soal 2: Tidak boleh. Kekuasaan harus digunakan dengan bijak dan sesuai aturan serta kepentingan bersama, seperti UUD NRI 1945 sebagai pedoman penyelenggaraan negara.
Soal 3: Agar tetap dapat mengikuti perkembangan zaman. Contoh: aturan penggunaan teknologi dan internet dapat diterapkan sesuai perkembangan zaman.
Nama:qentza
BalasHapusKelas:8A
Absen:lupa
1.Pada awalnya bangsa asing datang ke indonesia untuk mencari rempah-rempah seperti:cengkih, pala, lada ,kayu manis, dan kapur barus.Awal nya mereka cuma ingin berdagang/membeli rempah-rempah,kemudian mereka ingin memonopoli perdagangan di indonesia,ikut campur urusan kerajaan,dan membuat perjanjian yang merugikan.
2.sangat memengaruhi perkembangan arsitektur di Indonesia melalui perpaduan budaya lokal dengan gaya dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa
NAMA:ALZAM WISTARA
BalasHapusKELAS:8A
ABSEN:9
1.interaksi bangsa asing dengan indonesia awalnya terjadi perdagangan,bangsa asing eropa datang untuk mencari rempah-rempah di pasar dunia,perdagangan tersebut di mulai dengan proses yang menguntungkan, tetap seiring berjalannya waktu bertambah nya kedatangan bangsa asing membuat perubahan yang terjadi nya penjajahan
Soal 2: Tidak boleh. Kekuasaan harus digunakan dengan bijak dan sesuai aturan serta kepentingan bersama, seperti UUD NRI 1945 sebagai pedoman penyelenggaraan negara.