MATERI KELAS 8 Tentang "Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi"
Identitas
- Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
- Fase/Kelas : Fase D / Kelas 8 D
- Pertemuan : 15 ( 2 JP )
- Materi : Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi
- Guru Pengampu : Dimas Syamsi Pratama, S.Pd.
- Waktu Pembelajaran : Selasa 15 April 2025
Capaian Pembelajaran
Pada akhir kelas 8, Peserta didik memahami keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam. Peserta didik memahami dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu menjelaskan, mampu mengidentifikasikan, menjelaskan dan mengamati materi tentang Kondisi Geografis dan Pemerataan Pembangunan
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Alhamdulillah hari ini, kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran IPS di pertemuan kemarin kita sudah membahas materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Kedudukan Jepang semakin terdesak oleh Sekutu dalam Perang Dunia II di Asia Pasifik. Pusat-pusat militer strategis Jepang telah diduduki Sekutu. Pada tanggal 7 September 1944, Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia. Janji dikemukakan di depan Parlemen Jepang, dengan tujuan untuk menarik simpati Indonesia. Jepang akhirnya memberikan kesempatan bangsa Indonesia mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Selanjutnya materi yang akan kita bahas dipertemuan hari ini adalah mengenai Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi
Materi
" Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi"
Kondisi Geografis dan Pemerataan Ekonomi
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 menyebutkan bahwa pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Rangkaian upaya pembangunan memuat kegiatan yanng berlangsung tanpa henti dengan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari generasi ke generasi dalam konteks memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa mengurangi kemampuan generai yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan.
Pada masa yang akan datang, perekonomian dituntut untuk mampu berkembang secara lebih seimbang di seluruh wilayah tanah air dalam rangka pemerataan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan sosial. Pengembangan perekonomian harus memperhatikan kondisi geografis suatu wilayah.
a. Wilayah Papua
Wilayah Papua berpotensi besar sebagai penggerak ekonomi Indonesia bagian timur melalui sumber daya alam, berupa perikanan, pertanian dan perkebunan, industri agro dan pangan, pariwisata bahari dan alam, maupun pertambangan. Sektor jasa didorong dengan mengembangkan kawasan metropolitan sebagai pusat pertumbuhan, khususnya di Kota Sorong dan Kota Jayapura.
b. Wilayah Maluku
Pengembangan wilayah Maluku diarahkan sebagai basis perikanan nasional. Pembangunan Kepulauan Maluku difokuskan pada pendayagunaan sumber daya kelautan, daratan, serta pengembangan kawasan perbatasan berwawasan lingkungan.
c. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara
Secara umum, pengembangan wilayah Bali–Nusa Tenggara diarahkan sebagai basis wisata internasional. Wilayah Bali–Nusa Tenggara mempunyai potensi besar dalam sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan terutama pariwisata. Pengembangan kawasan metropolitan Kota Dennpasar, Mataram, dan Kupang, serta kawasan pariwisata Bali dan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika diharapkan dapat mendorong sektor jasa.
d. Wilayah Sulawesi
Pengembangan wilayah Sulawesi diarahkan sebagai basis industri pangan dan gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI). Pulau Sulawesi berpotensi besar sebagai penggerak ekonomi dan sumber keanekaragaman hayati Indonesia. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan pertambangan menjadi keunggulan. Peningkatan peran sektor jasa didorong dengan pengembangan kawasan metropolitan Kota Makassar dan Kendari.
e. Wilayah Kalimantan
Secara umum, pengembangan wilayah Kalimantan diarahkan sebagai basis industri pengolahan dan lumbung energi nasional. Pulau Kalimantan di dominasi oleh kawasan hutan. Kawasan hutan ini akan dijaga kelestariannya sebagai paru-paru Indonesia. Kawasan hutan dikelola dengan kegiatan agroforestry yang tidak merusak keseimbangan daya dukung lingkungan
f. Wilayah Jawa
Pengembangan wilayah Jawa diarahkan sebagai basis perdagangan dan jasa. Kondisi tanah yang sangat subur merupakan salah satu potensi terbesar di Pulau Jawa. Itulah sebabnya, Pulau Jawa diarahkan untuk mewujudkan lumbung pangan nasional yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan Pulau Jawa juga diarahkan pada peningkatan keterhubungan antara kegiatan pertanian, industrim serta perdaganagn dan jasa yang berwawasan lingkungan.
g. Wilayah Sumatra
Pengembangan wilayah Sumatra diarahkan sebagai basis industri baru dan gerbang kawasan Asia. Pulau Sumatra sangat berpotensi di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan atau kelautan. Wilayah Sumatra diarahkan menjadi wilayah yang dapat mewujudkan swasembada pangan dan lumbung pangan nasional. Wilayah Sumatra memiliki posisi yang strategis sebagai pintu utama perdagangan internasional
Latihan Soal
1. Bagaimana Rencana Pembangunan Jangka Panjang di Indonesia ?
2. Jelaskan arah pengembangan wilayah di Papua dan Sulawesi setelah kalian membaca materi diatas?
3. Mengapa Wilayah Sumatera diarahkan pengembangan wilayahnya ke basis Industri baru ?
Sumber Refrensi
https://buguruku.com/pengaruh-kondisi-geografis-terhadap-tingkat-pemerataan-perekonomian-di-indonesia/
https://kumparan.com/kabar-harian/pengaruh-kondisi-geografis-indonesia-terhadap-kehidupan-ekonomi-dan-sosial-1wGISs8f5Ab
Assyifa Rizquita 8D
BalasHapus